Isra Miraj Nabi Muhammad SAW - Hari Libur Nasional Indonesia, perjalanan malam dan shalat lima waktu

Isra Miraj Nabi Muhammad SAW: Sejarah Perjalanan Malam Hari, Makna Shalat Lima Waktu, dan Perayaan di Indonesia

Ditulis oleh Tim Redaksi Kalenderlibur.id · Editor: Prasad Bodake · Diperiksa berdasarkan sumber resmi: SKB 3 Menteri, Setkab RI, Kemnaker RI · Terakhir diperbarui: 1 Oktober 2026

Di antara semua peristiwa dalam sejarah Islam, Isra Miraj menempati tempat yang paling istimewa. Ini bukan sekadar kisah perjalanan — ini adalah momen ketika Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT mengenai kewajiban shalat lima waktu. Sebuah ibadah yang hingga hari ini dilaksanakan lebih dari 1,8 miliar Muslim di seluruh dunia, setiap hari, lima kali sehari.

Tanggal Isra Miraj 2026–2029

Jadwal Isra Miraj untuk empat tahun, dari data yang sama dengan kalender hari libur nasional di situs ini. Tanggal 2026 dan 2027 sesuai SKB 3 Menteri resmi; 2028–2029 masih proyeksi sampai SKB tahun tersebut terbit.

TahunTanggalHariStatus
202616 Januari 2026JumatResmi (SKB 3 Menteri)
20275 Januari 2027SelasaResmi (SKB 3 Menteri)
202726 Desember 2027MingguResmi (SKB 3 Menteri)
202814 Desember 2028KamisProyeksi
20292 Desember 2029MingguProyeksi

Catatan: karena mengikuti kalender Hijriyah, tanggal Masehi bergeser sekitar 10–11 hari lebih awal setiap tahun. Karena itu Isra Mikraj jatuh dua kali pada 2027: 27 Rajab 1448 H dan 27 Rajab 1449 H.

Apa Itu Isra Miraj?

Isra Miraj terdiri dari dua peristiwa yang terjadi dalam satu malam yang sama. Keduanya diabadikan dalam Al-Qur'an:

Isra: Perjalanan horizontal dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Yerusalem (Al-Isra: 1). Kata Isra dalam bahasa Arab berarti "perjalanan malam".

Miraj: Perjalanan vertikal dari Masjidil Aqsha naik menembus tujuh lapis langit hingga Sidratul Muntaha — titik tertinggi yang bisa dicapai makhluk — dan bahkan melampaui batas itu untuk bertemu langsung dengan Allah SWT (An-Najm: 13–18). Kata Miraj berarti "tangga" atau "kenaikan".

Peristiwa ini diyakini terjadi pada 27 Rajab, sekitar tahun ke-10 atau ke-11 kenabian (sekitar 621–622 M). Para ulama berbeda pendapat tentang tahun pastinya, namun 27 Rajab adalah tanggal yang paling umum diperingati.

Perjalanan Isra: Dari Mekah ke Yerusalem

Isra dimulai dari rumah Ummu Hani di Mekah (atau menurut riwayat lain, dari Masjidil Haram). Malaikat Jibril datang membawa hewan tunggangan bernama Buraq — makhluk yang digambarkan lebih besar dari keledai namun lebih kecil dari bagal, berwarna putih, dan mampu melangkah sejauh mata memandang dalam satu langkah.

Bersama Jibril, Nabi Muhammad menempuh perjalanan dari Mekah ke Yerusalem dalam semalam — sebuah jarak yang pada masa itu membutuhkan perjalanan darat selama berminggu-minggu. Di Masjidil Aqsha, beliau disambut oleh para nabi dan rasul terdahulu: Ibrahim AS, Musa AS, Isa AS, dan para nabi lainnya. Nabi Muhammad kemudian mengimami shalat dua rakaat bersama mereka.

Perjalanan Miraj: Menerima Perintah Shalat

Dari Masjidil Aqsha, perjalanan berlanjut ke atas. Di setiap lapis langit, Nabi bertemu dengan para nabi pendahulunya: Adam AS di langit pertama, Isa dan Yahya AS di langit kedua, Yusuf AS di langit ketiga, Idris AS di langit keempat, Harun AS di langit kelima, Musa AS di langit keenam, dan Ibrahim AS di langit ketujuh.

Di Sidratul Muntaha, Allah SWT memberikan perintah langsung kepada Nabi Muhammad SAW: kewajiban shalat bagi umat Islam. Awalnya, jumlahnya ditetapkan 50 kali sehari. Dalam perjalanan turun, Nabi Musa AS menyarankan agar Nabi memohon keringanan karena umatnya tidak akan sanggup. Nabi pun bolak-balik menghadap Allah SWT, dan akhirnya ditetapkan shalat 5 waktu sehari semalam — namun dengan ganjaran setara 50 kali shalat.

Isra Miraj Sebagai Ujian Keimanan

Ketika Nabi Muhammad menceritakan pengalamannya kepada kaum Quraisy Mekah, reaksi mereka terpecah. Banyak yang mentertawakan dan menganggapnya mustahil. Bahkan sebagian Muslim yang imannya belum kuat goyah. Namun Abu Bakar Ash-Shiddiq langsung membenarkan tanpa ragu — dan inilah salah satu alasan beliau mendapat gelar "Ash-Shiddiq" (yang membenarkan). Peristiwa Isra Miraj menjadi ujian iman yang memisahkan antara yang benar-benar beriman dan yang imannya masih ragu.

Isra Miraj di Indonesia: Libur Nasional dan Peringatan

Di Indonesia, Isra Miraj diperingati setiap 27 Rajab dalam kalender Hijriyah dan ditetapkan sebagai hari libur nasional resmi. Pada 2026, Isra Miraj jatuh pada Jumat 16 Januari. Pada 2027 Isra Miraj bahkan diperingati dua kali, yaitu Selasa 5 Januari (1448 H) dan Minggu 26 Desember (1449 H), karena tahun Hijriah sekitar 11 hari lebih pendek dari tahun Masehi.

Peringatan Isra Miraj di Indonesia umumnya diisi dengan:

  • Pengajian dan ceramah agama di masjid, mushola, sekolah, dan kantor
  • Lomba pidato, ceramah, dan hafalan Al-Qur'an — terutama di kalangan pelajar
  • Peringatan resmi di Istana Negara yang biasanya disiarkan langsung, dihadiri Presiden
  • Shalat malam dan tadarus Al-Qur'an secara berjamaah
  • Pembagian makanan atau bingkisan di masjid dan pesantren

Di beberapa daerah, peringatan Isra Miraj memiliki warna budaya lokal. Di Jawa, sebagian pesantren dan komunitas tradisional menggelar tradisi "Rajaban" — berupa pembacaan shalawat, dzikir, dan doa-doa khusus di malam 27 Rajab.

Makna Isra Miraj bagi Umat Muslim Indonesia

Isra Miraj bukan sekadar kisah sejarah. Ini adalah pengingat akan kewajiban shalat — ibadah yang menjadi tiang agama Islam. Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara konsisten mendorong peringatan Isra Miraj dijadikan momentum memperbaiki kualitas shalat, bukan sekadar seremonial.

Peristiwa ini juga mengajarkan bahwa Allah dapat melakukan apa pun yang Ia kehendaki — melampaui hukum fisika dan logika manusia. Bagi umat Muslim, Isra Miraj adalah bukti keagungan Allah yang harus memperkuat, bukan memperlemah, iman.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Isra Miraj

Kapan Isra Miraj 2026 dan 2027?

Isra Miraj 2026 jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026 (27 Rajab 1447 H). Menurut SKB 3 Menteri 2027, Isra Miraj 2027 jatuh dua kali: Selasa, 5 Januari 2027 (27 Rajab 1448 H) dan Minggu, 26 Desember 2027 (27 Rajab 1449 H). Keduanya berstatus hari libur nasional.

Apakah Isra Miraj tercatat dalam Al-Qur'an?

Ya. Peristiwa Isra dicatat dalam Surah Al-Isra ayat 1. Peristiwa Miraj disinggung dalam Surah An-Najm ayat 13–18. Keduanya menjadi dasar teologis keyakinan Muslim tentang Isra Miraj.

Dampak terhadap Cuti dan Upah

Isra Miraj berstatus hari libur nasional resmi, ditetapkan melalui Keputusan Presiden dan mengikat seluruh instansi pemerintah maupun swasta berdasarkan Pasal 85 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Karena berstatus hari libur nasional — bukan cuti bersama — hari ini tidak memotong jatah cuti tahunan karyawan.

Jika perusahaan tetap mewajibkan karyawan bekerja pada Isra Miraj, karyawan berhak atas upah kerja lembur sesuai ketentuan yang berlaku: 2× upah per jam untuk 7 jam pertama, 3× untuk jam ke-8, dan 4× untuk jam ke-9 dan seterusnya. Isra Miraj 2026 tidak disertai cuti bersama tambahan menurut SKB 3 Menteri — lihat rincian lengkap seluruh jadwal di halaman Cuti Bersama 2026.

Sumber

1. Al-Qur'an Surah Al-Isra (17): 1.

2. Al-Qur'an Surah An-Najm (53): 13–18.

3. Majelis Ulama Indonesia (MUI). Fatwa dan panduan ibadah. https://mui.or.id/

4. Sekretariat Kabinet RI. SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional 2026. https://setkab.go.id/

5. Sahih Al-Bukhari, Hadis No. 349 (riwayat tentang Isra Miraj).

Kalender Libur Nasional Indonesia