Tahun Baru Islam (1 Muharram): Sejarah Kalender Hijriyah, Makna Hijrah Nabi, dan Peringatan di Indonesia
Ditulis oleh Tim Redaksi Kalenderlibur.id · Diperiksa berdasarkan sumber resmi: SKB 3 Menteri, Setkab RI, Kemnaker RI · Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
1 Muharram adalah hari pertama dalam kalender Hijriyah — sistem penanggalan Islam yang sudah digunakan lebih dari 14 abad. Di seluruh dunia Islam, hari ini dikenal sebagai Tahun Baru Islam atau Ra's al-Sanah al-Hijriyah. Di Indonesia, 1 Muharram adalah hari libur nasional resmi yang selalu bergeser tanggalnya setiap tahun — karena kalender Hijriyah adalah kalender lunar (bulan) murni yang tidak memiliki sinkronisasi dengan musim.
Tanggal Tahun Baru Islam 2026–2029
Jadwal resmi Tahun Baru Islam untuk empat tahun ke depan, berdasarkan data yang sama dengan kalender hari libur nasional di situs ini:
| Tahun | Tanggal | Hari |
|---|---|---|
| 2026 | 16 Juni 2026 | Selasa |
| 2027 | 6 Juni 2027 | Minggu |
| 2028 | 27 Mei 2028 | Sabtu |
| 2029 | 14 Mei 2029 | Senin |
Catatan: karena mengikuti kalender Hijriyah/lunar, tanggal Masehi bergeser sekitar 10–11 hari lebih awal setiap tahun.
Tahun Baru Islam bukan perayaan euforia seperti Tahun Baru Masehi. Ini lebih merupakan momentum refleksi — mengenang peristiwa terbesar dalam sejarah awal Islam yang menjadi titik mula perhitungan kalender ini: Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.
Kalender Hijriyah: Berawal dari Peristiwa Besar
Kalender Hijriyah tidak ada sejak zaman Nabi lahir. Sistem penanggalan ini baru ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, sekitar tahun 638 M (17 H). Ketika itu, terjadi kebingungan dalam korespondensi resmi negara Islam karena tidak ada sistem penanggalan yang seragam.
Khalifah Umar mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah. Beberapa usulan muncul: menggunakan tahun kelahiran Nabi, tahun wafat Nabi, atau tahun turunnya wahyu pertama. Akhirnya disepakati bahwa titik awal kalender adalah peristiwa Hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 M. Peristiwa ini dipilih karena dianggap sebagai titik balik terpenting dalam sejarah Islam — momen ketika komunitas Muslim pertama berdiri dan Islam mulai tumbuh sebagai kekuatan sosial-politik.
Kata "Hijriyah" sendiri berasal dari kata "hijrah" yang berarti perpindahan atau emigrasi. Muharram dipilih sebagai bulan pertama karena merupakan bulan pertama dalam kalender Arab pra-Islam dan termasuk dalam empat bulan haram (bulan suci).
Hijrah: Lebih dari Sekadar Perpindahan Fisik
Dalam tradisi Islam, hijrah memiliki makna yang jauh melampaui perpindahan geografis. Nabi Muhammad SAW sendiri bersabda: "Al-muhajir man hajara ma nahallahu anhu" — "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah."
Ini berarti hijrah bisa bersifat batin: meninggalkan kebiasaan buruk, mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki akhlak, atau memulai babak baru yang lebih baik dalam kehidupan. Inilah mengapa Tahun Baru Islam lebih sering diisi dengan refleksi dan doa daripada pesta.
Bulan Muharram dan Hari Asyura
Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab) yang disebutkan dalam Al-Qur'an (At-Taubah: 36) sebagai bulan yang dimuliakan. Pada bulan Muharram, segala amal ibadah memiliki ganjaran yang lebih besar — begitu pula dosa yang dilakukan.
Puncak spiritualitas bulan Muharram jatuh pada 10 Muharram — dikenal sebagai Hari Asyura. Puasa Asyura sangat dianjurkan berdasarkan hadis Nabi yang menyebutkan bahwa pada hari itu Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israel dari Fir'aun. Nabi menganjurkan puasa pada 9 dan 10 Muharram (atau 10 dan 11 Muharram) untuk membedakan diri dari tradisi Yahudi yang juga berpuasa pada hari itu.
1 Muharram di Indonesia
Di Indonesia, 1 Muharram ditetapkan sebagai hari libur nasional setiap tahunnya — lihat tabel tanggal resmi 2026–2029 di atas. Tanggal Muharram bergeser sekitar 10–11 hari lebih awal setiap tahun Masehi karena sifat kalender lunar. Pada tahun 2025, 1 Muharram 1447 H jatuh pada 27 Juni.
Peringatan 1 Muharram di Indonesia umumnya diisi dengan:
- Pengajian dan ceramah tentang hijrah di masjid-masjid
- Pawai obor (arak-arakan malam) di banyak daerah — terutama di Jawa dan Sumatera
- Doa bersama dan dzikir menyambut tahun baru Hijriyah
- Kegiatan sosial dan pemberian santunan kepada anak yatim
Tradisi Daerah Menyambut 1 Muharram
Grebeg Suro — Yogyakarta dan Solo
Grebeg Suro adalah tradisi Jawa yang menyambut bulan Suro (nama Jawa untuk Muharram) dengan kirab budaya besar. Di Yogyakarta, prosesi Grebeg Suro melibatkan arak-arakan abdi dalem Keraton Yogyakarta mengelilingi kota, membawa gunungan hasil bumi yang kemudian diperebutkan warga. Di Solo, kirab pusaka Keraton Kasunanan menjadi pusat perhatian.
Tabuik — Pariaman, Sumatera Barat
Tradisi Tabuik di Pariaman, Sumatera Barat, adalah peringatan Muharram yang paling unik dan spektakuler. Tabuik adalah replika besar kuda bersayap (Buraq) yang dibuat dari bambu, kayu, dan kertas — tingginya bisa mencapai 20 meter. Pada 10 Muharram, Tabuik diarak ke pantai dan dilemparkan ke laut — sebagai simbol pembebasan dari hal-hal buruk di tahun yang lalu.
Dampak terhadap Cuti dan Upah
Tahun Baru Islam berstatus hari libur nasional resmi, ditetapkan melalui Keputusan Presiden dan mengikat seluruh instansi pemerintah maupun swasta berdasarkan Pasal 85 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Karena berstatus hari libur nasional — bukan cuti bersama — hari ini tidak memotong jatah cuti tahunan karyawan.
Jika perusahaan tetap mewajibkan karyawan bekerja pada Tahun Baru Islam, karyawan berhak atas upah kerja lembur sesuai ketentuan yang berlaku: 2× upah per jam untuk 7 jam pertama, 3× untuk jam ke-8, dan 4× untuk jam ke-9 dan seterusnya. Tahun Baru Islam 2026 tidak disertai cuti bersama tambahan menurut SKB 3 Menteri — lihat rincian lengkap seluruh jadwal di halaman Cuti Bersama 2026.
Sumber
1. Al-Qur'an Surah At-Taubah (9): 36 (tentang bulan-bulan haram).
2. Sahih Al-Bukhari, Hadis tentang Asyura dan Puasa Muharram.
3. Sekretariat Kabinet RI. SKB 3 Menteri Hari Libur Nasional 2026. https://setkab.go.id/
4. Keraton Yogyakarta. Tradisi Grebeg Suro. https://www.kratonjogja.id/
5. Pemerintah Kota Pariaman. Tradisi Tabuik. https://pariamankota.go.id/