Hitung Hari Kematian (Selamatan Jawa)

Dalam tradisi Jawa, keluarga mengadakan selamatan atau doa bersama (tahlilan) pada hari-hari tertentu setelah seseorang wafat. Hari wafat disebut geblag dan dihitung sebagai hari pertama. Karena hari Jawa berganti saat magrib, kematian setelah magrib dihitung masuk hari berikutnya.

Rumus Hitungan Jawa

Orang Jawa menghafal hari peringatan dengan rumus singkat: suku kata pertama menunjukkan hari ke berapa dalam sepekan, sesudah “sar” (pasaran) menunjukkan pasaran ke berapa, keduanya dihitung dari hari dan pasaran geblag. Misalnya tusaro (pitu-pasaran-loro) untuk 7 hari: hari ke-7 dan pasaran ke-2 dari geblag. Kalkulator ini memakai jumlah hari, dan hasilnya selalu cocok dengan rumus tersebut.

Contoh: Wafat Kamis, 15 Januari 2026

PeringatanTanggalWetonRumus
Geblag (hari wafat)Kamis, 15 Januari 2026Kamis Pahing–
Nelung dina (3 hari)Sabtu, 17 Januari 2026Sabtu Wagelusarlu
Mitung dina (7 hari)Rabu, 21 Januari 2026Rabu Pontusaro
Matang puluh (40 hari)Senin, 23 Februari 2026Senin Legimasarma
Nyatus (100 hari)Jumat, 24 April 2026Jumat Legirosarma
Mendhak pisan (1 tahun)Minggu, 3 Januari 2027Minggu Kliwonpatsarpat
Mendhak pindho (2 tahun)Kamis, 23 Desember 2027Kamis Wage–
Nyewu (1000 hari)Selasa, 10 Oktober 2028Selasa Leginemsarma

Mendhak pisan dan mendhak pindho mengikuti tahun Jawa (354/355 hari), sehingga tanggal Masehinya maju sekitar 11 hari tiap tahun. Kebiasaan di tiap daerah bisa sedikit berbeda; ikuti tetua atau tokoh agama setempat.

Cek weton seseorang di Cek Weton & Neptu.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Bagaimana menghitung 40 hari orang meninggal?

Hari wafat dihitung hari ke-1, jadi peringatan 40 hari jatuh 39 hari setelah tanggal wafat (rumus masarma).

Bagaimana menghitung 100 hari?

Tanggal wafat ditambah 99 hari (rumus rosarma).

Bagaimana menghitung 1000 hari?

Tanggal wafat ditambah 999 hari (rumus nemsarma).

Kalender Libur Nasional kalenderlibur.id dengan pura di tepi danau, Bali